Jenis Pakan

Di dalam usaha peternakan modern biaya untuk makanan menempati persentasi terbesar dibandingkan biaya tak tetap lainnya. Oleh karena itu, penyusunan dan penyedian makanan yang baik sama pentingnya dengan penyediaan ayam bibit yang bagus dan pemeliharaannya. Fungsi makanan yang diberikan kepada ayam pada prinsipnya memnuhi kebutuhan pokok untuk hidup, membentuk sel-sel dan jaringan tubuh, serta menggantikan bagian-bagian yang rusak. Selanjutnya, makanan itu untuk keperluan produksi.

Ransum ayam bibit haruslah seimbang antara kandungan zat makanan yang satu harus proposional dengan zat makanan yang lain sebagiai satu kesatuan. Sebagian besar kandungan ransum yaitu zat makanan akan masuk ke dalam tubuh unggas dalam jumlah, waktu dan proporsi yang dapat mencukupi kebutuhan. Kekurangan atau ketidak tepatan mesin biologis itu bekerja tidak maksimal. Jika berlebih, zat makanan akan menjadi beban fisiologis tubuh dan menjadi terbuang.

Untuk menyusun ransum ada beberapa pengetahuan yang harus dikuasai, yaitu pengetahuan mengenai potensi genetik ayam yang akan dipelihara, kebutuhan zat makananya, kandungan zat makanan dari bahan makanan yang akan digunakan dan teknik penyusunan ransum.

Bentuk Pakan

Bentuk pakan ayam yang dikenal di kalangan peternak sebagai berikut :

A Tepung (mash) yang biasa diberikan kepada anak ayam hingga berumur dua minggu.

AButiran atau remah (crumble), merupakan bentuk pakan yang umum digunakan oleh peternak.

AButiran panjang (pellet) dengan ukuran tergantung dari diameter alat cetaknya di feed mill. Bentuk pellet ini biasanya diberikan setelah ayam berumur empat minggu.

Jenis Pakan

Jenis dan program pemberian pakan untuk ayam broiler breeder berbeda dengan ayam broiler komersial. Jenis pakan yang digunakan untuk broiler breeder umumnya dibagi menjadi beberapa fase sebagai berikut :

A starter, umur 1-5 minggu

A developer, umur 6-17 minggu

A prebreeder, umur 18-22 minggu

A breeder, umur 23 minggu hingga apkir

Penentuan kualitas bahan makanan

Kandungan Nutrisi Dalam Pakan

Pemberian pakan harus tepat dan efisien untuk menghasilkan itu diperlukan faktor penentu yng harus diketahui yaitu pengetahuan mengenai kandungan zat makanan yang tersedia dan besarnya kebutuhan ternak akan kebutuhan zat makanan. Ransum secara umum didefinisikan sebagai campuran dari berbagai bahan makanan yang diberikan kepada ternak untuk mencukupi kebutuhannya dalam waktu tertentu, kandungan gizi pakan yang baik untuk ayam diantaranya adalah :

A. Karbonhidrat

Karbonhidrat adalah sumber tenaga/energi untuk setiap aktivitas di dalam dan gerak ayam. Sumber karbohidrat antara lain jagung, sorgum, dan dedak padi. Energi diperlukan untuk semua kativitas kehidupan ayam, seperti gerakan jamtung, transmisi rangsangan saraf, menjaga tekanan darah dan otot, penyerapan kembali di dalam ginjal, sintensi protein dan lemak.

B. Lemak

Lemak terdiri dari tiga elemen, yaitu karbon, hydrogen, dan oksigen. Namun, porsi karbon dan hydrogennya lebih besar dibandingkan dengan karbonhidrat, sehingga lemak mepunyai kemampuan menghasilkan panas 2.25 kali dibandingkan dengan karbohidrat. Lemak berfungsi sebagai sumber tenaga. Selain itu juga sebagai pembawa vitamin A, D, E, dan K karena vitamin-vitamin itu larut didalamnya. Kelebihan karbohidrat ditimbun di bawah kulit tubuh sebagai lemak. Jadi, kekurangan lemak bisa diisi oleh karbohidrat. Di dalam pakan, porsi lemak disajikan dalam jumlah lebih sedikit. Jika dalam pemberian lemak berlebihan akan menyebabkan ayam menjadi gemuk sehingga saluran reproduksinya terganggu, demikian pula dengan produksi telurnya dan ayam akan mencret karena kelebihan lemak tersebut tidak semuanya dapat dicerna lalu dibuang sebagai kotoran.

C. Protein

Protein adalah bahan organik yang tersusun secara komplek, terdiri dari asam amino dengan sifat berbeda-beda untuk setiap jenisnya. Protein dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan bagian-bagian tubuh ayam, mengantikan jaringan-jaringan tubuh yang rusak, serta untuk berproduksi. Kandungan protein tersebut secara garis besar terdiri dari unsur karbon, hydrogen, oksigen, dan nitrogen. Di samping itu, biasanya juga ada unsur sulfur dan fosfor. Dalam penyusunan pakan, protein yang tertera adalah protein kasar yang dapat diindetifikasikan dengan cara mengetahui semua unsur nitrogen yang terdapat dalam pakan. Banyak faktor yang mempengaruhi konsumsi makanan dan kebutuhan protein pada ayam pembibit.

Bagi ayam protein berfungsi untuk pertumbuhan dan pergantian jaringan jaringan , perkembangan bulu, menghasilkan energi dan produksi lemak, produksi, serta reproduksi. Defisiensi protein bisa mengakibatkan pertumbuhantergangu, pertambahan berat badan relative lambat, produktivitas menurun, timgkat fertilitas jelek, dan bulu banyak yang rontok.

Berdasarkan sumbernya, protein digolongkan menjadi dua, yaitu protein yang berasal dari hewan (protein hewani) dan protein yang berasal dari tanaman (Protein nabati).

(1) Protein hewani

Protein yang berasal dari hewan mempunyai nilai hayati yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein yang berasal dari tanaman. Faktor yang menyebabkan superioritas protein hewani adalah

(1). Tingkat Ca dan P yang berasal dari tulang dalam suplemen protein hewan

(2). Vitamin B kompleks, terutama riboflavin, yang terdapat dalam susu bubuk dan hasil ikutan mentega (whey).

(3). Vitamin B12 yang terdapat di dalam semua bahan makanan yang berasal dari hewan, tetapi tidak terdapat dalam tanaman

(4). Asam amino metionin dan lisin yang terdapat di dalam protein hewani (ikan, telur, dan susu)

Sumber protein hewani antara lain tepung ikan, hasil ikutan daging dari pejagalan (meat scrap).

(2) Protein nabati

Komposisi protein yang dianjurkan dalam penyusunan ransum adalah 1/3 bagian berupa protein hewani dan 2/3 bagian berupa protein nabati. Pada ayam-ayam bibit (petelur maupun dwiguna dan pedaging), defisiensi protein atau sebuah asam amino esensial yang ringan hanya dapat menyebabkan penurunan besar telur. Bila defisiensi atau asam amino esensial menjadi menghebat, produksi telur menjadi sangat menurun. Ayam menjadi kehilangan berat badan dan terjadi molting/luruh bulu. Defisiensi protein atau asam amino yang hebat menyebabkan luruh bulu keseluruhan dan produksi dan produksi telur sama sekali terhenti disertai rusaknya jaringan-jaringan tubuh dan kehilangan berat badan.

D. Mineral

Ayam tidak dapat membuat mineral sendiri. Karenanya ,mineral harus disediakan dalam pakan dengan perbadingan yang tepat dan dalam jumlah yang cukup. Mineral ada yang dibutuhkan dalam jumlah besar (macromineral) yaitu kalsium, fosfor, natrium, kalium, dan klor. Kalsium dan fosfor merupakan bagian utama dalam pembentukan tulang. Natrium dan kalium berfungsi mengatur keseimbangan asam basa dalam tubuh ayam. Sementara itu, klor berfungsi memproduksi asam hidroklorik untuk pencernaan. Mineral yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit disebut mineral mikro (micromineral). Meskipun dibutuhkan dalam jumlah sedikit, mineral mikro ini sama pentingnya karena bisa berfungsi sebagai enzim atau hormon.

E. Kalsium (ca) dan fosfor (P)

Mineral ini berperan dalam pembentukan tulang dan kulit telur. Agar Ca dan P bisa bekerja efisien, perlu adannya vitamin D dalam jumlah yang cukup. Kekurangan mineral Ca,P dan vitamin D akan menimbulkan gangguan.

(1). Kaki ayam menjadi lemah, paruh menjadi lunak, sendi-sendi membengkak, jalannya kaku dan paralise (lumpuh)

(2). Kulit telur tipis, mudah pecah, dan produksi bisa terhenti

(3). Pertumbuhan bulu berkerut-kerut

(4). Sumber Ca dan P antara lain tepung tulang, kapur, dan kulit kerang.

F. Seng (Zn)

Mineral seng perlu ditambahkan sebanyak 75 mg pada setiap gram makanan. Kekurangan Zn akan menyebabkan pertumbuhan ayam terganggu, nafsu makan hilang dan dalam keaadaan kronis menyebabkan kematian.

G. Vitamin

Vitamin berfungsi sebagai zat pengatur di dalam tubuh. Peranannya antara lain mempertahankan kesehatan tubuh dan meningkatakan produksi. Vitamin dikelompokkan menjadi vitamin yang larut di dalam lemak dan vitamin yang tidak terlarut di dalam air.

Sanitasi Kandang


Dalam suatu peternakan ayam, dapat terjadi banyak sekali variasi penyakit yang sudah sangat dipahami atau familiar bagi peternak terutama peternak skala menengah dan besar. Berbicara keberhasilan mengenai peternakan (tanpa tergantung skala bisnisnya) oleh seorang peternak ditentukan dari pengetahuan dan pemahaman dengan pengenalan sumber hambatan dan ancaman dari penyakit yang mungkin dapat menjadikan ledakan penyakit menular dan berakibat sangat merugikan. Oleh sebab itu, pengamanan dan menjauhkan ternak ayam dari sumber wabah dan hambatan potensial tersebut menjadi prioritas dan perhatian khusus. Dimulai dengan pemilihan indukan yang unggul, pengelolaan yang baik, sanitasi, peningkatan daya tahan ayam dengan vaksinasi dan usaha menjauhkan ternak ayam dari sumber penyakit adalah kunci sukses dalam beternak ayam.

Secara prinsip penyakit ayam dapat disebabkan oleh 3 hal yaitu :

1. Penyakit yang menular dan disebabkan oleh bakteri, protozoa, virus, parasit dan jamur.

2. Penyakit yang disebabkan oleh faktor atau sebab lainnya.

3. Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan zat-zat makanan yang diperlukan dalam perkembangan dan ketahanan tubuh ayam yang lebih disebabkan karena ketergantungan ayam pada kualitas makanan yang diberikan oleh peternak

Sanitasi dan Tindakan Preventif
Untuk menjaga timbulnya/tidak timbulnya penyakit pada pemeliharaan ayam kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap ayam perlu dilakukan sedini mungkin serta pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap ayam harus segera dilakukan pengobatan dan pemberian pakan yang berkualitas baik serta gizi yang cukup.

Teknik Sanitasi Kandang dapat dilakukan dengan cara yaitu :
Semprot kandang, kotoran termasuk hewan ternak piaraan. Untuk menanggulangi bau busuk, menekan berbagai pathogen yang ada pada ayam, sehingga kandang akan lebih cerah dan bersih

Sanitasi : Siapkan tempat dipping dimuka kandang. · Biosecurity : Musim hujan basahnya diikuti dengan meningkatnya populasi lalat dan nyamuk, hal ini disebabkan adanya genangan air di sekitar kandang. Lalat dan nyamuk merupakan vektor dari berbagai macam penyakit. Untuk itu usaha pemberantasan serangga harus menjadi program disaat musim penghujan. · Manajemen litter. Usahakan litter tetap kering. Bila litter basah usahakan segera diganti. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah persediaan litter selama musim penghujan harus cukup.

Pencegahan/Pengobatan penyakit


Pemberian Vaksinasi dan Obat
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:
a. Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.
b. Vaksin inaktif, adalah vaksin yang mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.
Macam-macam vaksin:
a) Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna
b) Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
c) Vaksin NCD HB-1/Pestos.
d) Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.
e) Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.
Persyaratan dalam vaksinasi adalah:
a) Ayam yang divaksinasi harus sehat.
b) Dosis dan kemasan vaksin harus tepat.
c) Sterilisasi alat-alat.

HAMA DAN PENYAKIT

Penyakit yang menyerang ayam diantaranya yaitu :

1. Berak putih (pullorum)
Menyerang ayam kampung dengan angka kematian yang tinggi.
Penyebab: Salmonella pullorum.
Pengendalian: diobati dengan antibiotika

2. Foel typhoid
Sasaran yang disering adalah ayam muda/remaja dan dewasa.
Penyebab: Salmonella gallinarum.
Gejala: ayam mengeluarkan tinja yang berwarna hijau kekuningan.
Pengendalian: dengan antibiotika/preparat sulfa.

3. Parathyphoid
Menyerang ayam dibawah umur satu bulan.
Penyebab: bakteri dari genus Salmonella.
Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.

4. Kolera
Penyakit ini jarang menyerang anak ayam atau ayam remaja tetapi selain menyerang ayam menyerang kalkun dan burung merpati.
Penyebab: pasteurella multocida.
Gejala: pada serangan yang serius pial ayam (gelambir dibawah paruh) akan membesar.
Pengendalian: dengan antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).

5. Pilek ayam (Coryza)
Menyerang semua umur ayam dan terutama menyerang anak ayam.
Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus.
Gejala: ayam yang terserang menunjukkan tanda-tanda seperti orang pilek.
Pengendalian: dapat disembuhkan dengan antibiotia/preparat sulfa.

6. CRD
CRD adalah penyakit pada ayam yang populer di Indonesia. Menyerang anak ayam dan ayam remaja. Pengendalian: dilakukan dengan antibiotika (Spiramisin dan Tilosin).

7. Infeksi synovitis
Penyakit ini sering menyerang ayam muda terutama ayam broiler dan kalkun.
Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma.
Pengendalian: dengan antibiotika.

7.2. Penyakit karena Virus

1. Newcastle disease (ND)
ND adalah penyakit oleh virus yang populer di peternak ayam Indonesia. Pada awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan. Penemuan tersebut tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan lagi dan diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.

2. Infeksi bronchitis
Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yang serius untuk anak ayam dan ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Bila menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.

3. Infeksi laryngotracheitis
Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas.
Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium. Virus ini di luar mudah dibunuh dengan desinfektan, misalnya karbol.
Pengendalian: (1) belum ada obat untuk mengatasi penyakit ini; (2) pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.

4. Cacar ayam (Fowl pox)
Gejala: tubuh ayam bagian jengger yang terserang akan bercak-bercak cacar.
Penyebab: virus Borreliota avium. Pengendalian: dengan vaksinasi.

5. Marek
Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%. Pengendalian: dengan vaksinasi.

6. Gumboro
Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.

7.3. Penyakit karena Jamur dan Toksin
Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil perusakan ini mengeluarkan zak racun yang kemudian di makan ayam. Ada pula pengolahan bahan yang menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :

1. Muntah darah hitam (Gizzerosin)
Ciri kerusakan total pada gizzard ayam. Penyebab: adalah racun dalam
tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit ini akibat pemanasan bahan makanan yang menguraikan asam amino hingga menjadi racun.
P
engendalian: belum ada.

2. Racun dari bungkil kacang
Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.

7.4. Penyakit karena Parasit

1. Cacing
Karena penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yang bersih dan terpelihara baik. Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.

2. Kutu
Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tidak terlihat tapi bila bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yang tidak terkena sinar matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dengan cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tidak boleh mengenai tangan dan mata secara langsung dan penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tidak aktif.

7.5. Penyakit karena Protoza
Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead), penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang dan genangan air

Pengepakan

Pengepakan adalah membungkus atau menutupi hasil ternak unggas dengan pembungkus atau penutup yang memenuhi persyaratan produksi.

Tujuan pengepakan adalah untuk melindungi hasil produk dari keadaan luar serta mempermudah pengangkutan.

Cara pengepakan

A. Pengepakan Telur tempurung kelapa

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum pengepakan, ialah :

1. Biasa melakukan pengumpulan telur 3 kali dalam sehari utamakan pada saat mencapai puncak produksi

2. Segera keluarkan telur dalam kandang jangan biarkan menumpuk karena akan terkontaminasi dengan mikroba dalam kandang juga menekan angka telur yang pecah

Telur yang telah dikeluarkan segara lakukan pengepakan. Pengepakan dapat langsung dimasukkan kedalam nampang telur/egg tray dengan cara bagian runcing berada dibagian bawah

Isilah nampan telur satu persatu hingga penuh, baru isi kenampan yang lain. Selain egg tray dapat juga dipakai peti-peti yang dialasi dahulu dengan litter dengan maksud agar telur tidak pecah/retak. Sedangkan kalau menggunkan serbuk gergaji/sekam disamping untuk melindungi telur agar tidak pecah juga berguna memperpanjang daya tahan simpan telur.

B. Pengepakan daging

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan packing/pengepakan daging antara lain :

1. Unggas harus sehat dan cukup istirahat sebelum dipotong

2. Setelah selesai proses penyembelihan, carilah bagian dalam dan luar karkas hingga bersih dengan air bersih, usahakan air jangan terlalu dingin.

Bungkuslah daging dengan menggunakan pembungkus yang bersih (transparan). Pembungkus diupayakan secepat mungkin, kemudian penimbangan dan pemberian identitas

Penyimpanan hasil

Dalam usaha ternak ayam buras, hasil utama yang dapat diperoleh selain daging adalah telurnya. Penggunaannya beragam, sebagai campuran masakan tradisional atau dikonsumsi setengah matang. Sebagai campuran ramuan jamu tradisional tidak dapat digantikan dengan telur unggas lainnya. Itu sebabnya telur ayam buras tetap diminati oleh konsumen, bahkan kebutuhan/ permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Telur merupakan bahan pangan hasil ternak unggas yang mempunyai nilai tinggi, karena telur mengandung protein yang cukup tinggi dengan susunan asam-asam

amino yang komplit dan seimbang. Selain itu mengandung lemak tak jenuh, semua

vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh serta daya cernanya cukup tinggi. Tetapi sayangnya telur ini mempunyai sifat mudah rusak. Hal ini disebabkan karena telur mudah retak dan pecah. oleh karena itu perlu dilakukan penanganan yang memadai mulai dari pengambilan telur dari kandang, membersihkan kulitnya, memilih telur yang baik sampai pengepakannya sehingga siap untuk dipasarkan. Dengan penampilan yang baik akan dapat memberikan nilai tambah dengan harga jual yang tinggi.

Mengumpulkan Telur

Ayam buras kebanyakan bertelur setelah ada cahaya matahari. Pada sore hari,

telur- telur tersebut sudah terkumpul. Sebelum pemberian pakan pada sore hari,

telur-telur tersebut dikumpulkan. Letakkan telur dalam rak telur (egg tray)dengan posisi telur bagian tumpul diletakkan diatas. Kemudian pada page hari berikutnya sebelum pemberian pakan, sisa telur yang belum diambil dikumpulkan.

Membersihkan Telur

Setelah diambil dari kandang, telur

tersebut segera dibersihkan. Ada dua cara membersihkan :

1. Membersihkan dengan cara kering Cara ini, telur cukup dilap satu persatu dengan

kain atau amplas. Pembersihan cara ini lebih disukai dan mudah, tetapi

membutuhkan waktu dan tenaga

2. Membersihkan dengan Cara Basah

Telur dicuci dengan air hangat kuku

Untuk mencegah pencemaran bakteri dapat digunakan NaOH 0,35% artinya 35

ml NaOH + 1 liter air

NaOH dapat dibeli diapotik, tiap 1 liter air dapat mencuci 12 butir telur

Untuk melindungi tangan, gunakan sarung tangan.

Masukkan telur yang akan dicuci

Telur yang sudah dicuci segera dikeringkan dan letakkan dalam egg tray

Air pencuci diganti secara berkala untuk mencegah pencemaran

Memilih Telur

Telur yang balk dilihat dari bentuk luarnya adalah :

- Bentuk telur harus normal, yaitu bulat telur

- Telur dalam keadaan bersih

- Kulit Telur rata

- Telur tidak cacat atau retak

Apabila ingin melihat kualitas (mutu) telur lebih jauh dapat dilakukan dengan cara

1. Meneropong Telur

Dapat menggunakan sinar matahari atau lampu pijar. Telur yang masih segar/ baru

akan terlihat :

- rongga udara (ada di Ujung telur) kecil serta tidak ada noda di dalam isi telur

- kulit telur mulus, pori-pori kerabang kecil dan tidak ada noda di dalam isi telur

- kuning telur di tengah, tidak bebas bergerak

2. Merendam Telur dalam Air

Cara lain untuk mengetahui kualitas telur dapat dilakukan dengan merendamnya

dalam air bersih :

- telur yang busuk akan mengambang

- telur yang melayang dalam air kualitasnya kurang balk

- telur yang baik akan tenggelam

3. Memecahkan Telur

Untuk mengetahui keadaan isi telur, dapat dilakukan pemecahan. Cara ini cocok

dilakukan dalam rumah tangga sebelum telur digunakan.

Caranya adalah telur dipecahkan di atas cawan piring. Telur yang baik akan terlihat

- permukaan kuning telur tinggi dan bentuknya bulat.

- kuning telur terletak di tengah putih telur

- putih telur kental

4. Mengepak Telur

- Telur yang sudah dipilih kemudian dikemas dalam plastik tipis berbentuk kotak

(banyak dijual di toko plastik)

- Lubangi kotak-kotak tersebut di beberapa tempat untuk sirkulasi udara.

- Masukkan telur-telur yang besarnya seragam ke dalam kotak plastik. Telur bagian

tumpul letakkan di atas.

- Tiap kotak plastik yang kecil dapat berisi 8-10 butir

- Beri label dengan nama peternak atau nama kelompok, kemudian tutup

- Telur ayam slap untuk dipasarkan

5. Menyimpan Telur

Dalam skala rumah tangga telur yang sudah dibeli kadang-kadang tidak

langsung dikonsumsi, tetapi disimpan. Untuk itu perlu diketahui beberapa hal antara lain :

- Menyimpan telur dalam suhu kamar sebaiknya tidak lebih dari 7 hari (sejak

ditelurkan). Telur ditaruh pada egg tray dengan meletakkan telur bagian tumpul

diatas.

- Menyimpan telur dalam lemari es, dapat bertahan sampai 7 minggu. Posisi telur

sama dengan yang ditaruh pada egg tray.

Pemasaran Telur Ayam Buras

Para Peternak dalam memasarkan telur hasil ternaknya dapat langsung menjual

di rumah. Biasanya para pedagang eceran atau penjual jamu yang mengambil telur

ayam buras tersebut di rumah peternak.